Rine06′s Weblog



PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

BAB II <!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } H1 { margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify } H1.western { font-family: “Times New Roman”, serif; font-size: 11pt; so-language: af-ZA } H1.cjk { font-family: “Lucida Sans Unicode”; font-size: 11pt } H1.ctl { font-family: “Tahoma”; font-size: 11pt } P { margin-bottom: 0.21cm } A:link { color: #0000ff } –>

TINJAUAN TEORI

Tinjauan teori atau tinjauan pustaka berisi tentang teori-teori yang mendukung dan berhubungan dengan penulisan Tugas Akhir. Teori-teori yang berkaitan dengan dasar-dasar pemikiran dan pendefinisian setiap elemen yang menjadi bagian pembahasan dari Tugas Akhir ini, serta untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi untuk selanjutnya diterapkan dalam implementasi program. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut diperlukan berbagai teori-teori dan pandangan dasar dari beberapa ahli. Pengertian dan teori-teori tersebut meliputi beberapa hal di bawah ini.

2.1 Sistem

2.1.1 Definisi Sistem

Ada beberapa definisi sistem di antaranya :

  • Menurut (McLeod, 1996), Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.

  • Menurut (Fathansyah, 1999), Sistem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan satuan fungsi/ tugas khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/ pekerjaan tertentu.

  • Menurut Jerry FitzGerald, Andra F. FitzGerald dan Warren D. Stallings, Jr. Dalam Jogiyanto (2001), Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

  • Menurut (Kendall, 2002), Sistem adalah serangkaian sub sistem yang saling terkait dan tergantung satu sama lain, bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan sebelumnya. Semua sistem memiliki input, proses, output, dan umpan balik.

Dari beberapa definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Sistem merupakan kumpulan dari elemen-elemen yang terintegrasi dan tersusun yang saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan bersama dan menghasilkan sesuatu yang berguna (output).

2.1.2 Elemen-elemen Pembentuk Sistem

Semua sistem meliputi tiga elemen utama yaitu masukan (input), transformasi (process), dan keluaran (output.). Masukan berupa data yang kemudian diproses oleh pengelola data yaitu transformasi data dan data tersebut akan menjadi keluaran yang berupa informasi. Seperti yang terlihat pada Gambar 2.1.

Sedangkan menurut (McLeod, 1996), elemen-elemen sistem dapat digambarkan Seperti yang terlihat pada Gambar 2.2.

Gambar 2.2 Elemen-elemen sistem.

Dalam skema alur di atas dapat diambil pengertian dari masing-masing elemen Sistem sebagai berikut. Input adalah segala sesuatu yang menjadi masukan untuk suatu sistem. Transformasi adalah bagian sistem yang memproses data yang telah dimasukkan untuk diolah menjadi informasi. Output adalah keluaran yang menjadi hasil dari proses dalam sistem yang memberikan informasi kepada pengguna sebagai tujuan akhir dari sistem, sedangkan Umpan Balik (Feedback) adalah mendapatkan informasi dari sistem dan menyediakan informasi bagi mekanisme pengendalian, dapat berupa perbaikan, pemeliharaan dan pengembangan sistem.

Sumber daya input diubah menjadi sumber daya output. Sumber daya mengalir dari elemen input, melalui elemen transformasi, kepada elemen output. Suatu mekanisme kontrol memantau proses transformasi untuk menyakinkan bahwa sistem tersebut memenuhi tujuannya. Mekanisme kontrol ini dihubungkan pada arus sumber daya dengan memakai suatu lingkaran umpan balik (feedback loop) yang mendapatkan informasi dari output sistem dan menyediakan informasi bagi mekanisme kontrol. Mekanisme kontrol membandingkan sinyal-sinyal umpan balik dengan tujuan dan mengarahkan sinyal pada elemen input jika sistem operasi memang perlu diubah.

2.1.3 Karakteristik Sistem

Menurut (Mc Leod, 1996), Suatu sistem memiliki karakteristik tertentu, secara umum maupun keunikannya, yaitu :

  1. Komponen Sistem, suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama untuk membentuk suatu kesatuan. Komponen dari sistem dapat berupa subsistem-subsistem yang mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu yang mempengaruhi proses suatu sistem secara keseluruhan.

  2. Batas Sistem, merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang lainnya.

  3. Lingkungan luar sistem, merupakan apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.

  4. Penghubung sistem (interface), merupakan media penghubung antar satu subsistem dengan subsistem lainnya yang memungkinkan mengalirnya sumber-sumber data. Penghubung dan sarana interaksi antara hardware, software dan pemakai.

  5. Masukan (input), merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem.

  6. Keluaran (output), merupakan hasil dari energi yang diolah dan diklarifikasikan menjadi output yang berguna dan sisa pembuangan.

  7. Pengolah sistem (Operation System), merupakan bagian dari sistem yang akan merubah input menjadi output.

Sasaran sistem, suatu sistem pasti mempunyai sasaran dan tujuan. Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan output yang dihasilkan sistem.

Menurut (Jogiyanto, 2001), Suatu sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu :

  1. Komponen Sistem, suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama untuk membentuk suatu kesatuan. Komponen dari sistem dapat berupa subsistem-subsistem yang mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu yang mempengaruhi proses suatu sistem secara keseluruhan.

Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut dengan supra system.

  1. Batas Sistem (Boundary), merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

  2. Lingkungan luar sistem (Environment), merupakan apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan ataupun merugikan sistem tersebut.

  3. Penghubung sistem (interface), merupakan media penghubung antar satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya.

  4. Masukan Sistem (input), merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (Maintenance input), yaitu energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi dan masukan sinyal (signal input), yaitu energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

  5. Keluaran Sistem (output), merupakan hasil dari energi yang diolah dan diklarifikasikan menjadi output yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

  6. Pengolah sistem, suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan (input) menjadi keluaran (output).

  7. Sasaran sistem, suatu sistem pasti mempunyai sasaran (objective) dan tujuan (goal). Sasaran dari sistem sangat menentukan masukan (input) yang dibutuhkan sistem dan keluaran (output) yang dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil jika mengenai sasaran dan tujuannya.

Dari pengertian karakteristik yang telah diungkapkan di atas dapat disimpulkan dalam bentuk gambar sesuai dengan yang terlihat pada Gambar 2.3.

Gambar 2.3 Karakteristik Suatu Sistem

2.1.4 Klasifikasi Sistem

Menurut (Jogiyanto, 2001), sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Sistem diklasifikasikan sebagai Sistem Abstrak (Abstract System) dan Sistem Fisik (Physical System). Sistem Abstrak adalah bentuk sistem yang tidak wujud, hanya ada dalam kontek pemikiran secara logik. Sedangkan Sistem Fisik adalah bentuk implementasi dari Sistem Abstrak secara nyata.

  2. Sistem diklasifikasikan sebagai Sistem Alamiah (Natural System) dan Sistem Buatan (Human Made System). Sistem Alamiah adalah suatu sistem yang terbentuk dengan sendirinya secara alami tumbuh dan berkembang tanpa adanya kontrol dari manusia (masyarakat). Sistem Buatan merupakan sistem yang secara sengaja diciptakan dan dibangun oleh manusia untuk mempermudah kerja yang diinginkan.

  3. Sistem diklasifikasikan sebagai Sistem Tertentu (Deterministic System) dan Sistem Tak tentu (Probabilistic System). Sistem Tertentu adalah bentuk dari sebuah sistem yang dibuat untuk menangani permasalahan manusia yang terstruktur atau tertentu. Sedang Sistem Tak tentu dibuat untuk menangani kejadian-kejadian yang menentu.

  1. Sistem diklasifikasikan sebagai Sistem Tertutup (Closed System) dan Sistem Terbuka (Open System). Sistem Tetutup adalah suatu bentuk sistem yang hanya dapat diakses melalui keikutsertaan dalam keanggotaan (Membership) tertentu. Sistem Terbuka hak akses bersifat umum dalam arti setiap orang dapat menjadi anggota dan dapat berhubungan secara langsung dengan sistem.

2.1.5 Perancangan Sistem Informasi

Sebelum suatu sistem dibangun atau dikembangkan, maka perlu diadakan analisa tentang sistem yang akan dibangun atau dikembangkan telebih dahulu oleh Sistem Analis. Setelah analisis sistem selanjutnya adalah membuat rancangan bagaimana sistem tersebut bekerja yang disebut dengan Perancangan Sistem. Perancangan sistem informasi merupakan suatu proses pemecahan masalah yang sangat penting, yang bertujuan menciptakan suatu sistem baru yang memenuhi sekumpulan tujuan yang diharapkan. Sekumpulan tujuan itu sendiri adalah penggerak dalam proses perancangan. Adapun beberapa tujuan perancangan adalah sebagai berikut:

  1. Tujuan fungsional

Tujuan ini menyebutkan kebutuhan sistem fungsional baru atau yang diubah. Lebih menekankan pada bagaimana suatu sistem itu dapat berjalan sesuai dengan fungsi dari sistem itu dibuat dan dikembangkan.

  1. Peningkatan proses

Peningkatan proses meliputi :

  1. Perubahan cara pengaksesan

  2. Perubahan urutan pengerjaan sesuatu

  3. Perubahan langkah-langkah proses

  4. Perubahan bentuk masukan (input) dan keluaran (output).

  1. Tujuan operasional

Tujuan ini menyatakan standart kinerja yang harus dicapai oleh sistem, mendefinisikan akurasi sistem-sistem dan lain-lain. Bagaimana mengoptimalkan hasil keluaran (output) dari sistem dengan sumber daya yang terbatas, hasil maksimal yang dapat diraih oleh kinerja sistem.

  1. Kebutuhan kepuasan kerja dan operasional

Tujuan penting dari desain sistem ini meliputi sistem yang mudah dipakai dan memungkinkan penggunaan untuk lebih kreatif. Bukan hanya melihat dari besarnya hasil output diukur dari kuantitasnya saja namun juga memperhitungkan hasil output diukur dari segi kualitas serta tingkat kepuasan (satisfaction) yang dihasilkan oleh suatu sistem.

Pada dasarnya terdapat enam tahapan dalam perancangan sistem (Leman, 1997), yaitu sebagai berikut :

  1. Survey sistem

Kegiatan yang dilakukan adalah identifikasi kondisi ekstensi/kebutuhan pengguna, definisi ruang lingkup pekerjaan dan penyusunan studi kelayakan. Apa dan bagaimana suatu sistem beroperasi pada lingkungan kerja nantinya, serta dampak dan pemanfaatan sistem nantinya.

  1. Analisa sistem

Analisa sistem dapat diartikan sebagai suatu proses untuk memakai sistem yang ada dengan menganalisa jabatan dan tugas, proses bisnis, ketentuan/aturan yang ada, masalah dan mencari solusinya, sumber daya dan rencana-rencana perusahaan.

  1. Desain sistem

Desain sistem merupakan rancangan bangunan yang lengkap sebagai penuntun bagi programmer dalam mengembangkan aplikasi. Komponen sistem yang didesain meliputi hardware, software, aplikasi dan gambaran/ urutan tugas.

  1. Pembuatan sistem

Pembuatan sistem mencakup data pembuatan database, program aplikasi dan buku petunjuk penggunaan program aplikasi yang telah dibuat.

  1. Implementasi sistem

Tahap implementasi sistem meliputi proses persiapan sistem, pelatihan, pengujian sistem dan pengoperasian sistem. Ada beberapa langkah dalam tahap implementasi adalah sebagai berikut:

  • Menerapkan rencana implementasi, pembuatan aplikasi sistem secara nyata sesuai dengan tahapan perencanaan dan perancangan sistem.

  • Melakukan kegiatan implementasi, penerapan aplikasi sistem yang telah dibuat dilapangan secara langsung yang ditandai dengan kesiapan sistem untuk beroperasi (running well).

  • Tindak lanjut implementasi, melakukan perubahan-perubahan pada lingkungan kerja dimana sistem itu beroperasi sesuai dengan maksud atau tujuan setelah sistem itu diterapkan atau diimplementasikan.

  1. Pemeliharaan sistem

Dalam tahap ini mencakup seluruh proses yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan, kelancaran dan penyempurnaan sistem yang telah dioperasikan.

  • Tahap pengembangan sistem

Didalam tahapan selanjutnya adalah upaya pemeliharaan, evaluasi dan pengembangan terhadap suatu sistem yang sudah berjalan disesuaikan dengan tuntutan keadaan dan kondisi kinerja dimana sistem itu beroperasi. Sehingga diharapkan sistem akan selalu dapat exist sesuai dengan perkembangan jaman (IPTEK).

Dalam Perancangan Sistem terdapat tiga elemen utama diantaranya yaitu; Data adalah bahan baku yang digunakan untuk menciptakan informasi yang bermanfaat. Proses adalah aktivitas (termasuk manajemen) yang menyelesaikan misi dari suatu bisnis (tujuan). Alat penghubung (interface) adalah bagaimana cara sistem dapat dihubungkan dengan para pemakainya dan dengan sistem informasi yang lain. Pada dasarnya merancang database adalah suatu hal yang sangat penting. Kesulitan utama dalam perancangan database adalah bagaimana merancang sebuah database sehingga dapat memenuhi kebutuhan saat ini dan di masa mendatang.

2.2 Informasi & Sistem Informasi

2.2.1 Pengertian Informasi

Ada beberapa pengertian dari informasi, antara lain :

  • Menurut (Davis, 1984), Informasi didefinisikan sebagai data yang diolah ke dalam suatu bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata atau berupa nilai yang dapat dipahami didalam keputusan maupun masa depan.

  • Menurut (McLeod, 1996), Informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti.

  • Menurut (Jogiyanto, 2001), Informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Informasi adalah merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Data yang telah diolah ke dalam suatu bentuk yang berguna bagi penerimanya secara nyata atau berupa nilai yang dapat dipahami di dakam keputusan sekarang maupun mas depan. Secara garis besar informasi (Information) adalah data yang telah diproses atau diolah menjadi bentuk (substansi) lain yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya

Dari segi kualitas, menurut Burch dan Grudnitski, dalam Jogiyanto (2001), informasi harus memenuhi syarat-syarat di bawah ini :

  • Lengkap, Informasi harus dapat menyajikan gambaran lengkap dari suatu permasalahan atau suatu pengeluaran.

  • Akurat (Accurate), Informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan, terjamin validitasnya.

  • Tepat pada waktunya (Timely), Informasi yang datang pada penerima harus tepat pada waktunya tidak boleh terlambat, tersedia saat dibutuhkan.

  • Relevan (Relevance), Informasi harus berguna dan mempunyai manfaat bagi pemakainya sehingga diharapkan informasi tersebut dapat berfungsi maksimal bagi pemakainya serta tepat sasaran dari hak penerima informasi sesuai dengan wewenang dan tingkat kebutuhan akan informasi, sehingga tidak semua orang bisa mendapatkan informasi.

2.2.2 Pengertian Sistem Informasi

Menurut (Davis, 1984), Sistem Informasi adalah suatu sistem terpadu antara user dan komputer untuk memberikan informasi dan mendukung fungsi-fungsi operasi, manajemen, analisa dan rencana

sampai pengambilan keputusan dalam organisasi dengan menggunakan database, hardware, software komputer, prosedur manual model untuk analisa, perencanaan dan pengambilan keputusan. Menurut (Leman, 1998), Sistem Informasi adalah sistem yang dibuat manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam organisasi untuk suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.

Menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis dalam Jogiyanto (2001), Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Sedangkan secara umum pengertian dari Sistem Informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.

Sistem informasi yang terotomasi, terdiri dari beberapa komponen, antara lain :

  • Hardware : Sebutan untuk perangkat keras dalam sistem komputer yang dapat dilihat secara fisik. Misal; CPU, Disk, terminal, printer, modem dsb.

  • Software : Perangkat lunak yang terdiri dari program, prosedur, subrutin dan sejumlah tata cara yang berkaitan dengan proses operasi pengelolaan data, sistem operasi, sistem database, program pengontrol komunikasi, program aplikasi.

  • User : Istilah dalam dunia komputer untuk menyebutkan seseorang yang menggunakan suatau sistem komputer, program, atau stasiun/terminal dalam jaringan. Personil yang mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi keluaran dan melakukan aktivitas manual yang mendukung sistem.

  • Data : Kumpulan dari angka-angka maupun karakter-karakter yang tidak memiliki arti yang nantinya dapat diolah menjadi informasi. Data yang tersimpan dalam jangka waktu tertentu.

  • Prosedur : Urutan kegiatan yang dibuat untuk menjaga supaya suatau transaksi yang berulang-ulang di suatu bagian yang ditangani dengan cara yang selalu sama. Sejumlah instruksi yang dirangkai sedemikian rupa dalam satu blok program untuk melaksanakan pekerjaan tertentu dan merupakan bagian dari program utama, dan akan dikerjakan apabila dipanggil dalam program utama. Instruksi dan kebijakan untuk mengoperasikan system.

  • Serta Database : Sekumpulan file yang saling terkait dan berhubungan secara logika yang memiliki common access serta membentuk suatu bangun data. model untuk analisa, perencanaan dan pengambilan keputusan.

Data merupakan bahan baku informasi, dapat didefinisikan sebagai kelompok teratur simbol-simbol yang mewakili kuantitas, kualitas, fakta, tindakan, obyek dan sebagainya.

Sistem informasi menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai instruksi, dan mengeluarkan hasilnya.

Fungsi pengolahan informasi sering membutuhkan data yang telah dikumpulkan dan diolah dalam periode waktu sebelumnya, karena itu ditambahkan sebuah penyimpanan data file (data file storage) ke dalam model sistem informasi; dengan begitu, kegiatan pengolahan tersedia baik bagi data baru maupun data yang telah dikumpulkan dan disimpan sebelumnya. Sistem pengolahan data dan penyimpanan data tersebut dapat dijelaskan dalam Gambar 2.4 dan Gambar 2.5.

    1. Database (Basis Data) dan Sistem Basis Data

2.3.1 Pengertian Database

File adalah suatu koleksi dari semacam arsip. Database dapat diambil pengertian singkat adalah suatu koleksi atau sekumpulan dari file-file saling terkait dan berhubungan (artinya bahwa arsip di dalam satu file secara phisik dihubungkan dengan arsip di dalam file yang lain). Menurut (Fathansyah, 1999), Basis Data dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang, yaitu :

  • Database adalah kumpulan data (arsip) yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama dalam media penyimpanan secara elektronis sedemikian rupa tanpa pengulangan (redudancy) yang tidak perlu untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

  • Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.

  • Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis.

Menurut (Mc Leod, 1996), Database adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali.

Sedangkan pengertian secara umum Database adalah kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu.

Basis data berguna jika ada pengelola/penggeraknya. Yang menjadi pengelola/ penggeraknya secara langsung adalah program/aplikasi (software). Prinsip utama database adalah pengaturan data/arsip. Tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan data/arsip.

2.3.2 Tujuan Basis Data

Menurut (Fathansyah, 1999), pemanfaatan database ini dilakukan untuk memenuhi beberapa tujuan sebagai berikut :

  • Kecepatan dan kemudahan (speed), Database akan dapat memudahkan dan dapat mempercepat dalam proses pengambilan data karena file-file dari sub-sub data bagian dari database tersusun dan terorganisir secara komplek sesuai dengan kapabilitas dari struktur database.

  • Efisiensi ruang penyimpanan (space), Proses penyimpanan database dapat menghemat ruang penyimpanan karena database berbentuk filling sistem yang berukuran relatif kecil yang dapat memuat banyak sekali file data secara permanen.

  • Keakuratan (accuracy), Database memungkinkan untuk menjaga data secara baik agar tetap utuh tak mengurangi bagian file data manapun baik isi, tempat maupun waktu penyimpanan.

  • Ketersediaan (avaibility), Database menyediakan fasilitas dan media/tempat penyimpanan data untuk segala bentuk data yang secara umum digunakan dalam dunia komputer.

  • Kelengkapan (completeness), Database memiliki beberapa fasilitas-fasilitas dan fitur-fitur sebagai alat penyimpanan yang lengkap dan handal sehingga file data yang tersimpan terjamin kelengkapan datanya secara permanen.

  • Keamanan (security), Database juga menjamin keamanan file data dari segala bentuk kejahatan Ciber Crime (hacker) dan dari kerusakan file data, namun semua itu juga tergantung dari aplikasi masing-masing security dari database.

  • Kebersamaan Pemakaian (sharability), Database sangat memungkinkan penggunaan file data secara bersama-sama, dengan pengguna lain maupun dengan aplikasi, sistem dan program yang berbeda.

Alasan diperlukannya Database :

  1. Merupakan salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi

  2. Menentukan kualitas informasi : akurat, tepat pada waktunya dan relevan.

  3. Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.

  4. Mengurangi duplikasi data (data redudancy)

  5. Hubungan data dapat ditingkatkan (data relatability)

  6. Mengurangi pemborosan tempat simpanan luar.

2.3.3 Pengertian Sistem Basis Data

Database Sistem juga merupakan database perangkat lunak yang bersama-sama dengan data sistem itu sendiri, yang juga termasuk didalamnya adalah aplikasi sistem.

    • Gabungan basis data dan program/aplikasi menghasilkan sebuah sistem. Sebuah sistem basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer) dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file (tabel-tabel) tersebut.

    • Menurut (Fathansyah, 1999), dalam sebuah sistem basis data, terdapat komponen-komponen utama sebagai berikut :

  1. Perangkat keras (Hardware) :

  2. Sistem Operasi (Operating System) : Program yang membantu untuk mengatasi permasalahan yang menyertai proses pengaktifan komputer. Program ini akan memastikan penempatan program yang dibutuhkan ke dalam memori disaat yang tepat, menangani operasi masukan dan keluaran yang mengijinkan komputer untuk bekerja dengan periode panjang tanpa campur tangan manusia.

  3. Basis Data (Database) :

  1. Sistem Pengelola Basis Data (DBMS) : Program yang mengijinkan item-item dalam suatu database disusun, diolah dan diperbaharui.

  2. Pemakai (User) :

  3. Aplikasi (Software) lain.

2.3.4 Penerapan Basis Data

Hampir di semua aspek pemanfaatan perangkat komputer dalam sebuah organisasi/ perusahaan senantiasa berhubungan dengan basis data. Perangkat komputer dalam suatu organisasi/ perusahaan biasanya digunakan untuk menjalankan fungsi Pengelolaan Sistem Informasi, yang dewasa ini sudah menjadi suatu keharusan, demi untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, keakuratan, kecepatan operasional organisasi/ perusahaan. Basis data merupakan salah satu komponen utama dalam setiap sistem informasi. Tidak ada sistem informasi yang dapat dibuat tanpa adanya basis data.

Secara lebih teknis, bidang-bidang fungsional yang telah umum memanfaatkan basis data dalam efisiensi, akurasi dan kecepatan operasi antara lain adalah :

  • Kepegawaian Penggajian.

  • Pergudangan (inventory) Penyimpanan barang.

  • Akuntansi Perhitungan Rugi/Laba (Harta = Modal + Utang).

  • Reservasi Query (Pesanan/permintaan).

  • Layanan Pelanggan (customer care) Pencatatan dan pengolahan transaksi.

  • dan lain-lain.

Sedangkan bentuk-bentuk organisasi/perusahaan yang memanfaatkan basis data dapat berupa :

  • Perbankan Secara global (penyimpanan dan pengolah data debitur, kreditur, modal dan bunga).

  • Asuransi (Bidang asuransi dan data klien).

  • Rumah Sakit Pengolahan data (rawat inap, pasien, dokter, diaknosa/operasi dan perawat)

  • Produsen Barang Persediaan bahan baku, biaya produksi dan pemasaran.

  • Industri Manukfaktur Persediaan bahan baku, biaya produksi dan pemasaran.

  • Pendidikan / Sekolah Sistem akademik.

  • Telekomunikasi Data pelanggan, biaya pemakaian dan perhitungan R/L.

2.3.5 Database Management System (DBMS)

Database Management Sistem (DBMS) dalam Elmasri dan Navathe (2004), Adalah suatu paket software/sistem untuk memudahkan pemeliharaan dan penciptaan suatu database terkomputerisasi.

Pengelola basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang khusus/spesifik. Perangkat lunak ini disebut DBMS yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali. DBMS juga menerapkan mekanisme data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsistensi data dan sebagainya.

Kemampuan Khusus DBMS :

  • Menciptakan suatu database: yang berkaitan dengan jenis data, batasan dan struktur sistem atau Database pada suatu tempat dan alat penyimpanan file sekunder. Cara kerja database: menghilangkan kesangsian file, memperbaiki sistem laporan, pembuatan (create) penyisipan (in set), modifikasi (up date) dan penghapusan (delete) isi dari file yang ada di dalam DBMS.

  • Dapat diakses secara bersamaan dari berbagi aplikasi dan pemakai dengan program yang berbeda, meskipun demikian DBMS dapat memelihara semua data secara valid dan secara khusus dengan konsistensi Kemampuan DBMS.

  • Workgroup adalah aktifitas dua orang atau lebih yang terhubung melalui LAN yang menghubungkan file, database, dan resource lain secara bersama-sama.

DBMS memungkinkan untuk menciptakan database dalam penyimpanan akses langsung komputer, memelihara isinya, dan menyediakan isi tersebut bagi pemakai tanpa pemrograman khusus yang mahal.

Keuntungan DBMS :

  • Mengurangi pengulangan data

  • Mencapai independensi data

  • Mengintegrasikan data dari beberapa file

  • Mengambil data dan informasi secara cepat

  • Meningkatkan keamanan

  • Pengelolaan dan penggunaan secara umum (sharring any user/banyak pengguna).

Kerugian DBMS :

  • Memperoleh perangkat lunak yang mahal

  • Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar

  • Memperkerjakan dan mempertahankan staf DBA (database administrator/ pengelola database).

2.4 Dokumentasi Sistem

2.4.1 Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram (ERD) adalah model konseptual yang menggambarkan struktur data dan hubungan antar entitas sebagai pembentuk sistem.

Menurut (Nugroho, 2002), Entity Relationship Diagram (ERD) adalah disgram yang memperlihatkan entitas-entitas yang terlibat dalam suatu sistem serta hubungan-hubungan (relasi) antar entitas tersebut.

Sedangkan menurut (Pohan dan Bahri, 1997), Entity Relationship Diagram (ERD) adalah model konseptual yang mendeskripsikan hubungan antar penyimpanan dalam DFD. ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data. Dengan ERD model dapat diuji dengan mengabaikan proses yang harus dilakukan. Selain itu dengan ERD kita akan dapat menjawab pertanyaan mengenai data apa yang kita perlukan serta bagaimana data yang satu berhubungan dengan data yang lain.

2.4.1.1 Notasi ERD

ERD menggunakan beberapa simbol untuk menggambarkan struktur dan hubungan antar entitas. Simbol-simbol tersebut adalah.

  • Entitas

Entitas adalah hal-hal atau objek spesifik di dalam mini-world yang diwakili oleh database. Sebagai contoh pegawai John Smith, departemen riset, proyek dengan produk X. Notasi simbolik yang menyatakan entitas dalam ERD adalah persegi panjang. Ada dua notasi entitas, yaitu notasi untuk entitas kuat dan notasi untuk entitas lemah. Suatu entitas dapat digambarkan seperti pada Gambar 2.6.

Gambar 2.6 Simbol Entitas

  • Atribut

Atribut adalah properti yang digunakan untuk menguraikan suatu entitas. Sebagai contoh suatu entitas pegawai mempunyai nama, ssn, alamat, jenis kelamin, tanggal lahir. Notasi simbolik yang menyatakan atribut dalam ERD adalah lingkaran/ ellips. Atribut yang berfungsi sebagai key diberi garis bawah. Simbol dari atribut dapat digambarkan seperti pada Gambar 2.7 dan diperjelas fungsi dan penempatannya pada Gambar 2.8.

Gambar 2.7 Simbol Atribut

Gambar 2.8 ER Model Concepts

Suatu entitas spesifik akan mempunyai suatu nilai untuk masing-masing atributnya. Sebagai contoh suatu pegawai secara spesifik mempuyai Nama=’Cecep’, SSN=’1001′, Alamat =’Jl.Mawar no.10′, Jenis kelamin=’Laki-laki’, Tanggal lahir=’09 Januari 1955‘

Masing-masing atribut mempunyai suatu nilai tetapan (atau tipe data) yang dihubungkan dengan atributnya; contoh : integer, string, subrange, enumerated type.

Tipe Atribut (1) :

  • Sederhana

Masing-Masing entitas mempunyai nilai atomis tunggal untuk sebuah atribut. Sebagai contoh, SSN atau Jenis kelamin.

  • Gabungan

Atribut dapat terdiri atas beberapa komponen. Sebagai contoh, Alamat (Apartemen#, Rumah#, Jalan, Kota, Negara Bagian, Kode pos, Negara) atau Nama (Nama depan, Nama tengah, Nama belakang). Komposisi ini dapat membentuk suatu hirarki dimana beberapa komponen adalah gabungan dari mereka.

  • Multi-Valued

Suatu entitas mungkin mempunyai berbagai nilai-nilai untuk atribut. Sebagai contoh, Warna dari suatu MOBIL atau data dari suatu MAHASISWA. Yang ditandai adalah {Warna} atau {data}.

Tipe Atribut (2) :

  • Secara umum, gabungan dan atribut multi-valued bergantung pada jumlah tingkatan walaupun ini jarang. Sebagai contoh, data dari suatu MAHASISWA adalah suatu gabungan atribut multi-valued yang ditandai oleh {Data (Perguruan tinggi, Tahun, Derajat tingkat, Bidang)}.

  • Relasi / Hubungan

Notasi simbolik yang menggambarkan himpunan relasi adalah belah ketupat, seperti yang terlihat pada Gambar 2.9 :

Gambar 2.9 Simbol Relasi

Relation and Tipe Relation (1) :

  • Suatu relation menghubungkan dua atau lebih entitas yang berbeda dengan suatu maksud khusus. Sebagai contoh, PEGAWAI John Smith bekerja pada (works on) PROJEK Product x atau PEGAWAI Franklin Wong mengatur DEPARTEMEN Riset.

  • Tipe Relation yang sama dikelompokkan dalam satu tipe relation. Sebagai contoh, tipe relation WORKS_ON di mana PROJEK dan PEGAWAI ambil bagian, atau tipe relation MENGATUR di mana DEPARTEMEN dan PEGAWAI ambil bagian.

  • Derajat tingkat dari suatu tipe relation adalah banyaknya tipe entitas yang ambil bagian. Kedua-duanya, MENGATUR dan WORKS_ON merupakan hubungan biner.

Relation and Tipe Relation (2) :

  • Lebih dari satu tipe relation dapat ambil bagian pada tipe entitas yang sama. Sebagai contoh, MENGATUR dan WORKS_FOR adalah relation yang berbeda antara DEPARTEMEN dan KARYAWAN, tetapi dengan perbedaan arti dan hubungan yang terjadi.

  • Penghubung

Notasi simbolik yang menggambarkan penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan entitas dengan atribut dalam ERD adalah garis. Model penghubung seperti pada Gambar 2.10

Gambar 2.10 Simbol Penghubung.

  • Kardinalitas Relasi

Menurut (Fathansyah, 1999), kardinalitas relasi dapat dinyatakan dengan banyaknya garis cabang atau dengan pemakaian angka (1 dan 1 untuk relasi satu ke satu, 1 dan N untuk relasi satu ke banyak, N dan N untuk relasi banyak ke banyak). Jadi kardinalitas relasi menunjukkan maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain.

2.4.1.2 Istilah-istilah dalam ERD

Istilah-istilah dalam ERD adalah sebagai berikut :

  • Entitas

Menurut (Pohan dan Bahri, 1997), Entitas adalah suatu objek yang dapat diidentifikasikan dalam lingkungan pemakai, sesuatu yang penting bagi pemakai dalam konteks sistem yang akan dibuat.

Menurut (Fathansyah, 1999), Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain.

Idealnya entitas yang dilibatkan dalam ERD ada 2 macam yaitu :

  1. Entitas Kuat (Strong Entity)

Merupakan entitas yang kemunculannya tidak tergantung dari entitas lain atau dengan kata lain dapat berdiri sendiri serta biasanya memiliki atribut yang berfungsi sebagai key. Contoh : entitas anggota, entitas buku.

2. Entitas Lemah (Weak Entity)

Merupakan entitas yang kemunculannya dalam suatu basis data tergantung pada kehadiran entitas lain. Jadi kemunculannya tergantung pada keberadaan entitas lain dalam sebuah relasi. Entitas lemah biasanya tidak memiliki atribut yang berfungsi sebagai key yang benar-benar dapat menjamin keunikan entitas didalamnya.

Tipe Entitas Lemah

  • Entitas yang tidak mempunyai key atribut

  • Entitas lemah harus ambil bagian di dalam suatu tipe relation yang mengidentifikasikan kepemilikan atau mengidentifikasikan tipe entitas

  • Entitas dikenal dengan kombinasi dari:

  • key parsial dari suatu tipe entitas lemah

  • key entitas direalisasikan untuk mengidentifikasikan tipe entitas.

  • Atribut

Menurut (Pohan dan Bahri, 1997), atribut adalah elemen dari entitas yang berfungsi mendeskripsikan karakter entitas.

Setiap entitas pasti memiliki atribut yang mendeskripsikan karakteristik (sifat-sifat khas) yang melekat pada sebuah entitas. Pada dasarnya ada dua macam atribut yaitu:

  1. Atribut Key

Atribut sebagai key berfungsi sebagai ciri khusus (unique) suatu entitas yang dapat membedakan dengan entitas yang lain. Artinya jika suatu atribut dijadikan key, maka tidak boleh ada nilai yang sama pada entitas tersebut. Misal entitas anggota mempunyai atribut no_anggota (key), nama, nim, alamat dan lain-lain.

  1. Atribut sebagai Deskripsi

Atribut sebagai deskripsi adalah atribut yang isinya boleh sama dalam satu entitas dan merupakan atribut dari primary key.

  • Relasi / Hubungan

Relasi menunjukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda (Fathansyah, 1999). Misalnya, entitas seorang anggota dengan no_anggota = ‘100000007’ dan nama = ‘Shelfi Margaretha’ mempunyai relasi dengan entitas buku dengan no_register = ‘101000001’ dan judul = ‘Ekonomi Makro’. Serta hubungan antara entitas buku dan entitas reg dengan foreignkey no_klasifikasi.

  • Kardinalitas/Derajat Relasi

Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas yang lain (Fathansyah, 1999). Dari sejumlah kemungkinan banyaknya hubungan antar entitas tersebut, kardinalitas relasi menunjuk kepada hubungan maksimum yang terjadi. Kardinalitas yang terjadi diantara dua himpunan entitas dapat berupa :

    1. 1 ke 1 (one to one), setiap entitas pada suatu himpunan entitas berhubungan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas yang lain, begitu juga sebaliknya. Contoh satu admin memiliki satu no_admin dan satu no_admin dimiliki oleh satu admin. Seperti pada Gambar 2.11.

1 1

Gambar 2.11 Hubungan Satu ke Satu

    1. 1 ke N (one to many), setiap entitas berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas yang lain, tetapi tidak sebaliknya. Contoh setiap admin dapat melayani lebih dari satu anggota, dan banyak anggota dapat dilayani oleh satu admin. Seperti pada Gambar 2.12.

1 N

Gambar 2.12 Hubungan Satu ke Banyak

    1. N ke 1 (many to one), setiap entitas berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas yang lain, tetapi tidak sebaliknya. Contoh beberapa anggota dapat mengambil satu jurusan, dan satu jurusan diambil lebih dari satu anggota. Seperti terlihat pada Gambar 2.13.

N 1

Gambar 2.13 Hubungan Banyak ke Satu

    1. N ke N (many to many), setiap entitas pada suatu himpunan entitas dapat berhubungan dengan entitas pada himpunan entitas yang lain, demikian sebaliknya. Contoh setiap anggota dapat meminjam lebih dari satu buku, dan setiap buku dapat diambil oleh lebih dari satu anggota walaupn tidak dalam satu waktu (dalam waktu yang bersamaan). Seperti terlihat pada Gambar 2.14.

N N

Gambar 2.14 Hubungan Banyak ke Banyak

Batasan pada Relation

  • Batasan pada Tipe Relation (Juga dikenal sebagai batasan perbandingan)

Cardinal Maksimum

  • One-To-One ( 1 : 1)

  • One-To-Many (1: N) atau Many-To-One ( N : 1)

  • Many-To-Many (N : M)

  • Cardinal Minimum (juga disebut batasan ketergantungan keberadaan atau batasan keikutsertaan)

  • nol (keikutsertaan opsional, bukan existence-dependent)

  • satu atau lebih (wajib, existence-dependent)

      • Normalisasi

Normalisasi adalah cara pendekatan lain dengan membangun desain logic basis data relasional yang tidak secara langsung berkaitan dengan model data, tetapi dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standart untuk menghasilkan struktur tabel normal (Fathansyah, 1999).

Dengan adanya normalisasi maka munculnya data yang sama secara berulang-ulang dapat diminimalkan. Apabila dalam suatu database entitas sudah optimal maka tidak diperlukan lagi normalisasi.

2.4.1.3 Tahapan Pembuatan ERD

Menurut (Fathansyah, 1999), langkah-langkah untuk memodelkan data dengan ERD yaitu :

  1. Menentukan himpunan entitas yang terlibat di dalam sistem.

  2. Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing himpunan entitas.

  3. Menentukan himpunan relasi di antara himpunan entitas yang ada serta foreign-key-nya.

  4. Menentukan derajat/ kardinalitas relasi untuk setiap himpunan relasi.

  5. Melengkapi himpunan entitas dan himpunan relasi dengan atribut-atribut deskriptif (non key).

Untuk lebih jelasnya dalam memahami pengertian dan pemodelan dari tahapan pembuatan ERD mengenai teori-teori yang telah dibahas sebelumnya, dapat disimpulkan secara fisik seperti yang terlihat pada Gambar 2.15.

Gambar 2.15 Hubungan ERD.

2.4.2 Data Flow Diagram (DFD)

DFD merupakan suatu model yang menggambarkan sistem sebagai jaringan kerja antar fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan aliran serta penyimpanan dan aliran data. Sedangkan menurut (McLeod, 1996), DFD adalah suatu gambaran grafis dari suatu sistem yang menggunakan sejumlah bentuk-bentuk simbol untuk menggambarkan bagaimana data mengalir melalui suatu proses yang saling berkaitan. DFD sering digunakan untuk menggambarkan sistem yang telah ada maupun sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik di mana data tersebut mengalir atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan. DFD merupakan dokumentasi dari sistem yang baik.

2.4.2.1 Diagram Konteks (Contex Diagram)

Menurut Pohan dan Bahri (1997), Context Diagram (CD) atau Diagram Konteks adalah kasus khusus DFD (bagian dari DFD yang berfungsi memetakan model lingkaran), yang direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem.

Berdasarkan definisi di atas Diagram Konteks adalah aliran yang memodelkan hubungan antara sistem dengan entitas luar di luar sistem, yang direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan siklus. Aliran dalam diagram konteks memodelkan masukan ke sistem dan sistem harus memberikan respon untuk menggambarkan transportasi antar sistem dan entitas luar.

Diagram Konteks menyoroti sejumlah karakteristik penting sistem yaitu:

      • Kelompok pemakai (User), organisasi atau sistem lain, dimana sistem kita melakukan komunikasi yang disebut juga sebagai terminator.

      • Data masuk (input), data yang diterima sistem dari lingkungan dan harus diproses dengan cara tertentu.

      • Data keluar (output), data yang dihasilkan sistem kita dan diberikan ke dunia luar.

      • Penyimpanan data (data store), yang digunakan secara bersama antara sistem kita dengan terminator. Data ini dapat dibuat oleh sistem dan digunakan oleh lingkungan atau sebaliknya.

      • Batasan antara sistem dan lingkungan (rest of the world).

2.4.2.2 DFD Level ke-n

Menurut Burhan R (2003), Data Flow Diagram (DFD) adalah salah satu alat dalam perancangan sistem yang menggunakan simbol-simbol untuk menggambarkan aliran data melalui serangkaian proses yang saling berhubungan. Data Flow Diagram (DFD) memiliki tingkatan level mulai dari Level 0 sampai tingkatan Level ke-n. Data Flow Diagram (DFD) Level n merupakan suatu diagram level rendah yang berfungsi menjabarkan secara detail diagram konteks (diagram level tinggi) pada suatu sistem. Huruf n menggambarkan diagram arus data level tertentu dan proses setiap lingkaran.

Level terendah dalam DFD hanya mempunyai sebuah proses yang memodelkan seluruh sistem. Pemberian nomor pada setiap proses dalam DFD berguna untuk memudahkan penurunan DFD pada level yang lebih rendah. Penurunan mengacu pada aturan tertentu, yaitu :

  • Setiap penurunan ke level yang lebih rendah harus mampu mempresentasikan proses tersebut dalam spesifikasi proses yang jelas. Jika belum jelas harus diturunkan ke level yang lebih rendah.

  • Penurunan dilakukan jika diperlukan, sampai pada tingkatan primitif (tidak dapat diturunkan lagi)

  • Tidak semua bagian sistem harus diturunkan dengan jumlah level yang sama, karena yang kompleks bisa diturunkan dan yang sederhana mungkin tidak perlu diturunkan. Tidak semua proses dalam level yang sama mempunyai derajat kompleksitas yang sama juga.

  • Mengkonfirmasi DFD yang telah dibuat dengan cara top down.

  • Aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses di level-x harus berhubungan dengan aliran data yang masuk dan keluar pada level x+1. Level x+1 mendefinisikan sub proses pada level-x.

  • Penyimpanan yang muncul pada level-x harus didefinisikan kembali pada level-x.+1, sedangkan penyimpanan yang muncul pada level-x tidak harus muncul pada level-x.+1 jika penyimpanan tersebut bersifat lokal.

  • Ketika mulai menurunkan DFD level tertinggi, coba untuk mengidentifikasi external events dimana sistem harus memberikan respon. External events dalam hal ini berarti suatu kejadian yang berkaitan dengan pengolahan data diluar sistem dan menyebabkan sistem membentuk respon (Pohan dan Bahri, 1997).

2.4.2.3 Komponen-komponen DFD

Komponen-komponen yang digunakan dalam DFD antara lain :

  • Proses

Proses menunjukkan transformasi dari masukan menjadi keluaran. Sejumlah masukan dapat menjadi hanya satu keluaran ataupun sebaliknya. Proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan orang, mesin atau komputer. Suatu proses disimbolkan dengan lingkaran (Gane-Sarson) atau output persegi panjang tegak dengan sudut-sudutnya tumpul (De Marco-Yourdan). Seperti yang terlihat pada Gambar 2.16.

Gambar 2.16 Simbol Proses

Suatu proses terjadi karena adanya arus data yang masuk dan hasil dari proses adalah juga merupakan arus data yang mengalir. Suatu proses harus menerima arus data dan menghasilkan arus data.

Menurut Pohan dan Bahri (1997), Hal yang harus dihindari dalam menggambarkan suatu proses adalah :

  1. Proses yang mempunyai masukan tetapi tidak memiliki keluaran, kesalahan ini disebut Black Hole.

  2. Proses yang menghasilkan keluaran tetapi tidak mendapatkan masukan/ proses menghasilkan keluaran lengkap dengan data terbatas, kesalahan ini disebut dengan Miracle.

  3. Proses yang menghasilkan keluaran lengkap tetapi masukan dengan data terbatas/ masukan yang kurang lengkap, kesalahan ini disebut dengan Gray Hole.

Setiap proses harus diberi penjelasan yang lebih lengkap, meliputi sebagai berikut :

    1. Identifikasi Proses

Berupa suatu angka yang menunjukkan nomor acuan dari proses dan ditulis pada bagian atas di simbol proses.

    1. Nama Proses

Menunjukkan apa yang dikerjakan oleh proses, nama harus jelas dan lengkap menggambarkan kegiatan prosesnya dan diletakkan di bawah identifikasi proses.

      • Aliran Data (Data Flow)

Disimbolkan oleh suatu anak panah yang menunjuk ke data proses. Aliran data ini mengalir diantara proses, simpanan data dan entitas luar. Aliran data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari suatu proses sistem. Aliran data yang digambarkan sebagai anak panah dengan dua ujung menggambarkan terjadinya dialog. Nama data flow sebaiknya mengandung kata sifat dan kata keterangan yang tepat untuk menggambarkan status dari flow. Simbol dari aliran data dapat dilihat pada Gambar 2.17.

Data Anggota

Gambar 2.17 Simbol Aliran Data

      • Penyimpanan Data (Data Store)

Komponen ini digunakan untuk menyimpan data hasil proses maupun menyediakan data untuk diproses pada waktu yang lain. Dengan kata lain komponen ini digunakan untuk memodelkan kumpulan data atau paket data yang berupa file atau database di sistem komputer, arsip atau catatan manual, kotak tempat data, tabel acuan manual dan agenda atau buku. Data store ini digambarkan dengan persegi panjang yang sisi kanannya terbuka (Gane-Sarson) atau dua garis sejajar yang kedua ujungnya terbuka (De-Marco Yourdan). Seperti yang terlihat pada Gambar 2.18.

D1 File data File data

Gambar 2.18 Simbol Data Store

Menurut Pohan dan Bahri (1997), Beberapa ketentuan dalam menggambarkan Data Store adalah :

  1. Hanya proses saja yang dapat berhubungan dengan Data Store.

  2. Jangan membuat suatu data store menerima dan menyimpan hasil proses tetapi tidak pernah digunakan sebagai sumber proses.

Ada beberapa kesalahan yang harus dihindari dalam membuat DFD, yaitu :

  1. Menghubungkan suatu tempat penyimpanan dengan tempat penyimpanan yang lain.

  2. Membuat hubungan langsung tempat penyimpanan dengan entitas luar.

  3. Membuat hubungan langsung entitas luar dengan entitas luar yang lain.

    • Kesatuan Luar/ Entitas Luar (External Entity)

Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Dalam hal ini, sejumlah input dapat menghasilkan hanya satu output ataupun sebaliknya. Entitas luar merupakan kesatuan di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang atau kelompok orang. Entitas luar dapat disimbolkan dengan kotak persegi empat. Simbol dari entitas data dapat dilihat pada Gambar 2.19.

2.5 Internet

2.5.1 Pengertian Internet

Menurut Burhan R (2003), Internet adalah jaringan komputer dunia yang menghubungkan jaringan-jaringan komputer regional di seluruh dunia. Dalam pengertian yang lain Internet adalah sebuah jaringan komputer raksasa, tersebar diseluruh dunia, terdiri dari jutaan komputer dari berbagai jenis yang dijadikan media informasi yang paling meluas. Dalam hal ini komputer yang dahulunya stand alone dapat berhubungan langsung dengan host-host (layanan penghubung/connect ke internet yang memiliki IP Address (unit pengenal atau alamat komputer di internet) disuatu network TCP/IP protokol pengatur komunikasi data komputer/transfer data di internet) atau komputer-komputer yang lainnya.

Menurut Computer Network Reseach Group ITB, Internet dapat terbentuk karena sekumpulan besar jaringan komputer memiliki kesepakatan untuk berbicara dalam bahasa yang sama. Ada empat badan yang bertanggung jawab dalam mengatur, mengontrol serta melakukan standarisasi protokol yang digunakan di internet ; Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), Internet Engineering Task Force (IETF) dan Internet Research Task Force (IRTF).

Perkembangan layanan internet bertambah dengan adanya layanan audio dan video yang bersifat streaming (sebuah jenis layanan yang langsung mengolah data yang diterima tanpa menunggu seluruh data selesai dikirim, contoh ; aplikasi realplayer dari realnetworks).

Banyak kegunaan yang menguntungkan yang didapatkan dari Internet dalam semua bidang (bisnis, akademis, pemerintahan, organisasi dan lain sebagainya), antara lain:

  1. Informasi yang didapatkan lebih cepat dan murah dengan aplikasi: Email, WWW, NewsGroup, FTP, Gopher dan lain-lain.

  2. Mengurangi biaya kertas dan biaya distribusi, contoh: koran masuk internet, majalah, brosur, dsb.

  3. Sebagai media promosi, contoh: image company, pengenalan, dan pemesanan produk.

  1. Komunikasi Interaktif, contoh : email, dukungan pelanggan dengan WWW, video conferencing, internet relay chat, internet phone.

  2. Sebagai alat Research and Development.

  3. Sebagai alat pertukaran data/tranfers data komputer secara online di seluruh dunia.

2.5.2 Aplikasi pada Internet

Menurut Computer Network Reseach Group ITB, Cara kerja dari konsep dasar dari protokol TCP/IP yang menjadi dasar bagi terbentuknya jaringan internet meliputi beberapa aplikasi dan tata aturan. Aplikasi-aplikasi yang terdapat di dalam internet ada beraneka ragam macamnya. Seiring dengan berkembangnya internet, aplikasi-aplikasi inipun berubah-ubah jumlahnya setiap saat.

Berikut ini adalah beberapa aplikasi yang terdapat dalam internet.

  1. Hypertext Transfer Protocol (HTTP)

Menurut Burhan R (2003), HTTP merupakan protokol komunikasi yang dipakai untuk menghubungkan server dan web yang berfungsi untuk menciptakan hubungan antar web server dan mentransfer dokumen web dari server ke client serta menstransmisikan halaman HTML (hypertext) yang banyak digunakan oleh pengguna (user) saat melakukan browsing.

HTTP menjelaskan bagaimana tata cara suatu client meminta informasi dari server (penyedia informasi) dan bagaimana server mengembalikan informasi yang diminta bila ada dan bagaimana bila informasi ternyata tidak ada. Informasi pada server biasanya merujuk pada file. Jadi meminta informasi dapat dikatakan meminta server untuk membuka suatu file dan menyerahkan isi file tersebut kepada client (pihak peminta informasi). Client menggunakan browser untuk meminta informasi dari server dengan mengirimkan data yang diinginkan beserta request header. Sedangkan server akan mengembalikan informasi pada client dengan menyertakan response header.

Request header dan response header merupakan struktur data sederhana yang berisi informasi yang menjelaskan data yang diminta dan data yang dikembalikan. Hubungan Client-Server dan Web-Server dapat dilihat pada Gambar 2.20.

Gambar 2.20 Prinsip Kerja Protocol HTTP

HTTP digunakan untuk jenis layanan WWW (World Wide Web) di jaringan TCP/ IP. Spesifikasi protokol ini didefinisikan oleh Tim Berners-Lee dalam RFC 1945 dan digunakan di internet sejak tahun 1990. RFC 1945 yang mendefinisikan protokol HTTP versi 1.0 ternyata dianggap masih memiliki kekurangan dan kemudian IETF menspesifikasikan protokol HTTP versi baru, yaitu 1.1 dalam RFC 2068. Perbaikan HTTP versi 1.0 antara lain adalah koneksi persistent dan pipelined serta model cache yang lebih baik.

2. World Wide Web (WWW)

Menurut Computer Network Reseach Group ITB, World Wide Web (WWW) adalah sistem informasi terdistribusi berbasisi hypertext yang mengelola jaringan internet dengan menggunakan suatu set protokol tertentu yang merupakan kumpulan home page di internet yang saling berhubunganatau. WWW ini lahir sekitar bulan Maret 1989 saat sekelompok peneliti menginginkan untuk membuat sebuah protokol baru yang mendistribusikan informasi di dalam internet. Para peneliti ini menetapkan sebuah standart baru yang kemudian dibentuklah sebuah konsorsium yang disebut W3C atau World Wide Web Consorsium yang meneruskan pengembangan dari standar tersebut. W3C inilah yang akhirnya melahirkan HTTP dan HTML yang merupakan bahasa penerus yang digunakan untuk merancang halaman web.

3. Hypertext Markup Language (HTML)

Menurut (Sunarfrihantono, 2002), HTML atau Hypertext Markup Language merupakan salah satu format yang digunakan dalam pembuatan dokumen dan aplikasi yang berjalan di halaman web.

Dengan kata lain HTML adalah bahasa yang digunakan untuk menulis halaman homepage/web yang akan diletakkan dalam WWW menggunakan hypertext jjuag merupakan protokol komunikasi yang dipakai untuk menghubungkan web dan server, fungsi utama HTML adalah untuk menciptakan hubungan antara web server dan mekanisme untuk mentransfer dokumen web dari server ke client serta menstransmisikan halaman HTML kepada pengguna internet yang sedang browsing.

HTML sebenarnya adalah dokumen ASCII atau teks biasa, yang dirancang untuk tidak tergantung pada satu sistem operasi tertentu. Dikatakan Markup Language karena HTML berfungsi untuk memperindah file text biasa untuk ditampilkan pada program Web Browser. Hal ini dilakukan dengan menambahkan tag-tag (perintah khusus) pada file text biasa tersebut. HTML dibuat oleh Tim Berners-Lee ketika masih bekerja untuk CERN dan dipopulerkan pertama kali oleh browser Mosaic. HTML merupakan pengembangan dari standart pemformatan dokumen teks yaitu Standart Generalized Markup Language (SGML). Untuk penyampaian ide pada web browser HTML menggunakan tag. Tag selalu ditulis di antara tanda lebih kecil dan lebih besar (<tag>). Struktur penulisan HTML dibuka oleh tag awal <HTML> dan ditutup tag akhir </HTML>.

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>

Deskripsi Dokumen (Informasi tentang dokumen HTML)

Berguna pada saat Browsing sebagai pengenal web di jaringan internet.

</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

Isi Dokumen (Informasi yang ditampilkan dalam web browser)

Berisi semua data dan listing program yang akan ditamlpilkan dalam halaman web.

</BODY>

</HTML>

    1. Gambaran Umum Apache Web Browser

Menurut Burhan R (2003), Apache adalah aplikasi server web yang tersedia secara gratis dan disebarkan dengan lisensi “open source” yang dikembangkan oleh kelompok tenaga sukarela Unix dan disebarkan secara gratis berikut kode sumbernya. Kelebihan dari Apache ialah gratis, selain itu dapat untuk kerja dan fleksibilitasnya baik. Apache dapat berjalan hampir di semua sistem operasi utama seperti Unix (Free BSD), Solaris, Windows NT, Linux, Windows 2000 dan lain-lain.

Kepopuleran Apache sebagai server web dimulai sejak April 1996. Apache dinobatkan sebagai server web terpopuler oleh Netcraft (www.netcraft.com) dan digunakan oleh banyak internet server diseluruh dunia.

    1. Gambaran Umum PHP

Menurut (Sunarfrihantono, 2002), PHP adalah Bahasa (Script language) yang berbentuk server-side scripting yang menyatu dengan HTML dan dapat dijalankan di samping server yang digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis. Maksud dari server-side scripting adalah sintaks dan perintah-perintah yang diberikan akan sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan pada dokumen HTML. Pembuatan web ini merupakan kombinasi antara PHP sendiri sebagai bahasa pemrograman dan HTML sebagai pembangun halaman web.

PHP (atau resminya PHP : Hypertext Preprocessor) adalah skrip bersifat server-side yang ditambahkan ke dalam HTML. PHP singkatan dari Personal Home Page tools. Skrip ini akan membuat suatu aplikasi dapat diintegrasikan ke dalam HTML sehingga suatu halaman web tidak lagi bersifat statis, namun menjadi bersifat dinamis. Sifat server-side berarti pengerjaan skrip akan dapat dilakukan atau dijalankan di samping server, baru kemudian hasilnya dikirimkan ke browser. Perintah-perintah di dalam PHP umumnya dari bahasa pemrograman C, Java dan PERL.

Keunggulan dari sifatnya yang server-side tersebut antara lain :

  • Tidak diperlukan kompatibilitas browser atau harus menggunakan browser tertentu, karena serverlah yang akan mengerjakan skrip PHP.

  • Dapat memanfaatkan sumber-sumber aplikasi yang dimiliki oleh server, misalnya koneksi ke database. Pada saat ini PHP sudah dapat berkomunikasi dengan berbagai database meskipun dengan kelengkapan yang berbeda-beda. Beberapa diantaranya adalah : DBM, Informix, Ingres, Interbase, Microsoft Access, MSQL, MySQL, Oracle, Postgre SQL, Sybase, Filepro (Personix, Inc), dBASE (dBASE III + Visual dBASE, Visual Fox Pro)

  • Skrip tidak dapat “diintip” dengan menggunakan fasilitas view HTML source.

Berdasarkan hasil survei dari Netcraft (http://www.netcraft.com), PHP merupakan salah satu bahasa server-side yang paling populer, setara dalam jumlah pemakaian dengan modeperl, di bawah CGI dan ASP. PHP adalah bahasa yang didalamnya sudah terdapat zend engine sehingga lebih cepat, kuat, stabil, mudah untuk berinteraksi dengan berbagai aplikasi pendukung lainnya seperti MySQL, Java, FTP client, ODBC, GNU, dan lain-lain. PHP mempunyai ekstension .php. Sekarang PHP menjadi domain dipakai oleh web developer untuk membangun web content diseluruh dunia karena memang terbukti dapat bekerja dengan baik untuk menangani web site yang besar, kompleks dan menerima jutaan bit dalam sehari.

Contah implementasi penggunaan Script PHP yang ada dalam HTML adalah sebagai berikut :

<table width=”600″ border=”0″ align=”center” cellpadding=”4″ cellspacing=”0″>

<tr>

<td><img src=”images/buku_tamu.gif” width=”600″ height=”27“></td>

</tr>

<tr>

<td> <div align=”justify”>

<form action=”?form=respon&aksi=buku_tamu_simpan” method=post>

<table>

<tr>

<td><font color=”#000000″ size=”-1″ face=”Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif“>Topik</td>

<td><b>: </b></td>

<td><input type=text size=50 maxlength=50 name=judul style=’border-style:solid; border-width=1′></td>

</tr>

<tr>

<td><font color=”#000000″ size=”-1″ face=”Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif”>Nama</td>

<td><b>: </b></td>

<td><input type=text size=20 name=nama_tamu style=’border-style:solid; border-width=1′></td>

</tr>

<tr>

<td><font color=”#000000″ size=”-1″ face=”Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif”>Email</td>

<td><b>: </b></td>

<td><input type=text size=25 name=email_tamu style=’border-style:solid; border-width=1′></td>

</tr>

<tr>

<td><font color=”#000000″ size=”-1″ face=”Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif”>Komentar</td>

<td><b>: </td>

<td><textarea cols=40 rows=5 name=komentar style=’border-style:solid; border-width=1′></textarea></td>

</tr>

<tr>

<td></td>

<td></td>

<td><input type=”submit” value=”Kirim” style=’border-style:solid; border-width=1′> <input type=”reset” value=”Batal” style=‘border-style:solid; border-width=1′></td>

</tr>

</table>

</form></div>

</td>

</tr>

</table>

Hasil eksekusi dari Listing Program di atas dapat dilihat pada Gambar 2.21.

Gambar 2.21 Hasil Eksekusi dari Listing Program.

2.8 Gambaran Umum Web Database MySQL

Menurut (Sunarfrihantono, 2002), MySQL adalah multiuser database yang menggunakan bahasa Structured Query Language (SQL), SQL sendiri merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang dipakai untuk membangun rutin program bagi basis data terelasi (relational database) yang dapat digunakan sebagai program pelacak data serta mampu memberikan fasilitas pelacakaninformasi yang bervariasi.

MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System) bercirikan penggunaan table (field, baris dan kolom). MySQL dalam operasi client-server melibatkan server daemon MySQL di sisi server dan berbagai macam program serta library yang berjalan di sisi client. MySQL mampu menangani data yang cukup besar. Perusahaan yang mengembangkan MySQL yaitu TeX, mengaku mampu menyimpan data lebih dari 40 database, 10.000 tabel dan sekitar 7 juta baris, totalnya kurang lebih 100 Giga byte data.

SQL adalah bahasa standart yang digunakan untuk mengakses database server. Bahasa ini pada awalnya dikembangkan oleh IBM, namun telah diadopsi dan digunakan sebagai standart industri. Dengan menggunakan SQL, proses akses database menjadi lebih user-friendly dibandingkan dengan menggunakan dBASE atau Clipper yang masih menggunakan perintah-perintah pemrograman.

Fungsi paling dasar dari SQL adalah untuk menampilkan data dari database. Data tersebut selanjutnya dapat difilter dan dimanipulasi sesuai kebutuhan aplikasi.

Perintah perintah dalam SQL terbagi dalam 2 kelompok besar :

  • Data Manipulation Language (DML)

Adalah perintah yang digunakan untuk mengoperasikan atau memanipulasi isi database. SQL menyediakan 4 perintah DML :

    1. Select :D igunakan untuk mengambil data dari database.

    2. Delete :D igunakan untuk menghapus data dari database.

    3. Insert :Menambahkan data ke database.

    4. Update :Memodifikasi data pada database.

  • Data Definition Language (DDL)

Adalah perintah yang digunakan untuk menjelaskan objek dari database. Dengan kata lain DDL digunakan untuk mendefinisikan kerangka database, perintahnya adalah :

  1. Create : Untuk membuat atau menciptakan objek database.

  2. Alter : Untuk mengubah atau memodifikasi objek database.

  3. Drop : Untuk menghapus objek database.

  4. Objek database yang dimaksud terdiri dari database, table, index, dan view.

2.9 Web Database

2.9.1 Pengertian Web Database

Web database merupakan integrasi database ke dalam aplikasi yang dapat diakses user dengan menggunakan web browser. Web database ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya penyediaan data stok barang untuk situs-situs e-commerce, menampilkan data jadwal dan sebagainya. Salah satu bentuk dari web database adalah database MySQL server yang dijalankan dibawah web server apache.

2.9.2 Web Database Menggunakan PHP dan MySQL

Saat membangun sebuah web database, ada bermacam-macam produk yang bisa digunakan. Seseorang perlu memilih hardware untuk web server, sistem operasi, web server software, sistem manajemen basis data dan bahasa scripting tertentu. Tetapi tidak semua sistem operasi dapat berjalan pada semua hardware dan tidak semua bahasa scripting dapat dihubungkan ke semua database tersebut.

Dengan menggunakan MySQL dan PHP, seseorang tidak perlu untuk terlalu memperhatikan masalah hardware, sistem operasi, ataupun web server software. Hal ini dikarenakan PHP tersedia untuk Microsoft Windows UNIX dan dengan berbagai macam web server. Selain itu PHP juga dapat memberikan jutaan layanan perharinya dengan baik. Begitu juga MySQL mudah dipelajari dan tidak bisa disangkal kecepatan aksesnya.

2.10 Bahasa Pemrograman Delphi

Dalam Pemrograman Borland Delphi (2003), Ide munculnya Delphi sebenarnya berasal dari bahasa pemrograman yang cukup terkenal, yaitu Pascal. Bahasa Pascal diciptakan pada tahun 1971 oleh ilmuwan Swiss, Niklaus Wirth. Nama Pascal diambil dari ahli matematika dan filsafat perancis, Blaise Pascal (1623-1662). Sejak tahun 1993 Borland Internasional mengembangkan bahasa Pascal yang bersifat visual, dan merilis Delphi 1 pada tahun 1995.

Dalam tahun-tahun berikutnya, Borland merilis beberapa versi pengembangan Delphi. Hingga saat ini dari versi Delphi terbaru adalah Delphi 8 yang telah memiliki banyak tambahan fitur baru dan telah menjadi lingkungan pengembangan yang cukup kompleks. Fokus Borland versi terbaru sekarang ini adalah menjadikan Delphi sebagai solusi e-business, yang salah satu ujung tombaknya adalah Web-service selain fokus pada pengembangan aplikasi windows secara umum dan aplikasi basis data. Delphi sendiri memiliki tiga versi, Personal, Professional dan Enterprise.

Contoh dari implementasi bahasa pemrograman Borland Delphi dapat dilihat dari Listing Program di berikut ini ;

unit Unit1;

interface

uses

Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,

Dialogs, StdCtrls, Buttons;

type

TForm1 = class(TForm)

Label1: TLabel;

Label2: TLabel;

Edit1: TEdit;

Edit2: TEdit;

BitBtn1: TBitBtn;

Memo1: TMemo;

BitBtn2: TBitBtn;

procedure BitBtn1Click(Sender: TObject);

private

{ Private declarations }

Public

{ Public declarations }

end;

var

Form1: TForm1;

implementation

{$R *.dfm}

procedure TForm1.BitBtn1Click(Sender: TObject);

var i,x:integer; s:string;

begin

Memo1.Clear;

s := Edit1.Text;

x := StrToInt(Edit2.Text);

for i := 1 to x do

Memo1.Lines.Add(s);

end;

end.

Hasil eksekusi dari Listing Program di atas dapat dilihat seperti pada Gambar 2.22.

Gambar 2.22 Hasil Eksekusi dari Listing Program.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.